Mengapa Mata Uang China Punya Dua Nama? Memahami Perbedaan RMB dan Yuan

Bagi Anda yang baru mulai terjun ke dunia bisnis impor atau sering berbelanja di marketplace asal Negeri Tirai Bambu, mungkin Anda sempat merasa bingung. Di berita ekonomi, istilah yang muncul adalah RMB (Renminbi), namun di label harga barang atau saat mengobrol dengan supplier, yang digunakan adalah Yuan. mengapa mata uang China punya dua nama? Apakah keduanya merujuk pada hal yang berbeda? Berikut adalah penjelasan sederhana untuk membantu Anda memahami perbedaannya agar transaksi bisnis Anda semakin lancar.

RMB vs Yuan: Nama Mata Uang vs Satuan Hitung

Cara termudah untuk memahami fenomena ini adalah dengan membandingkannya dengan mata uang Inggris. Di Inggris, nama resmi mata uangnya adalah Sterling, namun satuan hitungnya adalah Pound. Hal yang sama persis berlaku di Tiongkok.

1. Renminbi (RMB)

Renminbi secara harfiah berarti “Mata Uang Rakyat”. Ini adalah nama resmi dari sistem mata uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral Tiongkok (People’s Bank of China). Istilah RMB digunakan dalam konteks formal, seperti kebijakan moneter, perbankan internasional, dan laporan ekonomi makro dunia.

2. Yuan (CNY)

Yuan adalah unit atau satuan hitung dari mata uang tersebut. Jika Anda ingin menyebutkan harga sebuah barang, Anda menggunakan “Yuan”. Sebagai contoh, sebuah produk elektronik dihargai 100 Yuan, bukan 100 Renminbi. Dalam kode mata uang internasional untuk perdagangan, Yuan sering disimbolkan sebagai CNY.

Kapan Harus Menggunakan RMB atau Yuan?

Secara teknis, Anda tidak akan dianggap salah jika menggunakan keduanya secara bergantian, namun ada aturan tak tertulis yang berlaku secara profesional:

  • Gunakan RMB: Saat Anda berbicara tentang nilai tukar mata uang secara global atau saat mengisi dokumen legal perbankan.
  • Gunakan Yuan: Saat Anda sedang bernegosiasi harga barang dengan supplier, menghitung total belanja, atau melihat daftar harga di katalog produk.

Kesimpulan

Jadi, jawaban singkat atas pertanyaan mengapa mata uang China punya dua nama adalah karena RMB merujuk pada identitas mata uang secara nasional, sementara Yuan merujuk pada unit nominal yang digunakan dalam transaksi sehari-hari. Pemahaman ini sangat penting bagi para importir agar tidak terjadi miskomunikasi saat melakukan perhitungan biaya produksi dan negosiasi harga di Tiongkok.

Solusi Impor Mudah: Kirim Barangnya, Praktis Bayarnya!

Fasdex hadir sebagai solusi layanan jasa impor dari China yang terpercaya. Kami memberikan layanan end-to-end, mulai dari pengambilan barang di gudang supplier, pengurusan izin Bea Cukai, hingga pengiriman aman langsung ke depan pintu Anda di Indonesia. Bersama Fasdex, proses impor menjadi lebih legal dan transparan. urusan pembayaran ke supplier juga menjadi jauh lebih simpel. Untuk setiap transaksi pengiriman melalui Fasdex, pembayarannya bisa dilakukan melalui Fasremit. Fasremit adalah layanan remitansi profesional yang menjamin pengiriman uang Anda ke China sampai dengan cepat, aman, dan didukung oleh kurs yang sangat kompetitif.

Posted in
Scroll to Top