Jika Anda sering melakukan transaksi internasional atau belanja di marketplace China seperti 1688, Anda pasti sering melihat simbol ¥. Namun, bagi pemula, hal ini sering kali membingungkan karena simbol tersebut identik dengan mata uang Yen Jepang. Lantas, mengapa simbol mata uang RMB (Renminbi/Yuan) memiliki bentuk yang hampir sama persis dengan Yen? Apakah keduanya memiliki nilai yang sama? Mari kita bedah sejarah dan perbedaannya agar Anda tidak salah saat menghitung biaya impor.
1. Akar Kata yang Sama: “Bulat”
Alasan utama kemiripan ini berasal dari akar etimologi bahasa. Simbol ¥ pada dasarnya berasal dari huruf Latin “Y”, yang merujuk pada unit mata uang masing-masing negara:
- Yuan dalam bahasa Mandarin.
- Yen dalam bahasa Jepang.
Secara historis, karakter asli untuk kedua mata uang ini adalah 圓 (Mandarin: Yuán; Jepang: En), yang secara harfiah berarti “objek bulat” atau “koin bulat”. Karena kedua mata uang ini dimulai dengan pelafalan “Y”, simbol huruf Y dengan garis horizontal (satu atau dua garis) dipilih sebagai representasi internasional untuk memudahkan perdagangan global.
2. Perbedaan Garis Horizontal
Meskipun sering dianggap sama, secara teknis terdapat sedikit perbedaan dalam penulisan standar internasional, meskipun dalam praktik digital sering kali menggunakan karakter yang identik:
- Yen Jepang (JPY): Biasanya direpresentasikan dengan simbol ¥ (dengan dua garis horizontal).
- Yuan Tiongkok (CNY/RMB): Secara teknis sering ditulis dengan satu garis horizontal di Tiongkok, namun dalam sistem perbankan internasional dan kode komputer (Unicode), keduanya sering kali berbagi simbol yang sama yaitu ¥.
3. Cara Membedakannya dalam Transaksi Bisnis
Karena simbolnya mirip, bagaimana cara memastikan Anda tidak salah hitung? Dalam dunia perdagangan internasional, para profesional lebih suka menggunakan kode tiga huruf internasional (ISO 4217):
- CNY (atau RMB) untuk mata uang Tiongkok.
- JPY untuk mata uang Jepang.
Jika Anda melihat harga barang impor di China sebesar ¥100, pastikan Anda mengonversinya menggunakan kurs Yuan (CNY), bukan Yen (JPY), karena nilai tukar keduanya sangat berbeda jauh.
Kesimpulan
Kemiripan simbol mata uang RMB dan Yen Jepang adalah warisan budaya dan linguistik yang panjang di Asia Timur. Bagi para importir, memahami perbedaan ini sangat krusial untuk menghindari kesalahan fatal dalam proses penganggaran (budgeting) dan pembayaran ke supplier di Tiongkok.
Solusi Impor Tanpa Salah Hitung: Barang Aman, Bayar Mudah!
Fasdex hadir sebagai mitra layanan jasa impor dari China yang terpercaya. Kami menyediakan solusi pengiriman Door-to-Door yang praktis. Tim kami akan mengurus seluruh proses dari gudang supplier di China, pengurusan dokumen Bea Cukai, hingga barang tiba di alamat Anda dengan aman. Untuk setiap kebutuhan transaksi di Fasdex, pembayarannya bisa dilakukan melalui Fasremit. Fasremit adalah layanan remitansi profesional yang menjamin pengiriman uang Anda ke luar negeri diproses secara instan, aman, dan didukung oleh kurs yang sangat kompetitif dibandingkan bank konvensional.